Marah untuk Entah

girl-in-the-ocean1

Banyak yang berubah setelah bulan-bulan belakangan ini. Bulan yang kalau bisa aku pilih untuk dilewatkan. Mungkin ini puncaknnya.
Aku jadi pemarah, tidak perduli dengan sekitar.
Apa yang salah dengan menjadi pemarah?
Marah tidak jelek selama itu memiliki alasan. Tapi sayangnya aku tidak pernah punya alasan yang tepat untuk marah.
Tiba-tiba saja aku marah.
Aku marah pada kekasih yang mengumpatku kasar, lalu datang dan pergi sesuka hati dan aku masih marah padanya ketika dia meminta maaf. Aku marah pada ibu yang sealu mencampuri setiap persoalan dalam hidupku, aku masih marah padanya saat dia mengirim sms berisi perhatian yang dalam. Aku marah pada teman yang menikamku dari belakang , dasar dunia penuh persaingan. Aku marah pada cuaca buruk yang terus hujan sehingga pakaian tidak kering. Aku marah pada bobot tubuh yang terus naik tanpa sudi mengontrol pola makanan. Aku marah pada rekening tabungan kosong di awal bulan. Aku marah pada jendela yang berbunyi jika angin bertiup kencang. Aku marah pada malam yang kerap membuatku kesepian. Aku marah pada lagu-lagu sendu yang terdengar menyakitkan. Aku marah pada kehidupan yang semakin membingungkan dan membosankan. Aku marah pada marah karena sering membuat kepalaku keliyengan. Aku marah pada diriku yang selalu menahan amarah. Marah namun tak bisa diluapkan. Aku marah hanya pada marah!!!

Diterbitkan di: on Januari 15, 2009 at 4:05 pm Komentar (48)

Happy New Year

happy new year

Today,
everything gonna change
more spirit…
more strong…
more patient…
think twice
Gonna learn how to enjoy life
Stay away from fooling around
Just be myself and keep smiling

Well,
will I do any of these things?
Resolution..

HAPPY NEW YEAR 2009 PALS…..

Diterbitkan di: on Desember 31, 2008 at 9:45 pm Komentar (24)

My Favourite Things

Raindrops on roses and whiskers on kittens
Bright copper kettles and warm woolen mittens
Brown paper packages tied up with strings
These are a few of my favorite things..

Cream-colored ponies and crisp apple strudels
Doorbells and sleigh bells and schnitzel with noodles
Wild geese that fly with the moon on their wings
These are a few of my favorite things..

Girls in white dresses with blue satin sashes
Snowflakes that stay on my nose and eyelashes
Silver-white winters that melt into springs
These are a few of my favorite things..

When the dog bites
When the bee stings
When I’m feeling sad..
I simply remember my favorite things
And then I don’t feel so bad…

* Olivia ong *
night… song in my room

Diterbitkan di: on Desember 13, 2008 at 9:49 pm Komentar (15)

Teh dan Cerita

Di Jepang, teh menjadi sebuah filosofi. Rusia melihatnya sebagai kekuatan, sementara bangsa aristokrat di Inggris menjadikannya sebagai ritual bergengsi setiap pukul 5 sore. Nah, bagaimana dengan Indonesia? Bisa dibilang, Teh adalah minuman nasional. Meski kultur soda dan wine terlihat mendominasi ajang sosial masi kini. Sehingga teh menjadi minuman yang kurang berkelas, sederhana, mudah dibuat, apalagi disajikan dengan sebuah botol guna melepas dahaga.

Sesungguhnya ada sebuah cerita yang terkandung di dalamnya..
Alkisah, Jendral Li Zi Cheng baru saja merebut tahta kekuasaan dinasti Ming dan membawa lari Chen Yuan, selir cantik Jendral Wu San Gui. Karena marah dan cemburu, Jendara Wu menyerang dinasti Ming dan menyebabkan kehancuran atas kerajaan itu. Chen Yuan merasa menjadi akibat dari semua itu hingga memutuskan untuk menjadi rahib dan meninggalkan duniawi. Pada malam terakhirnya sebagai seorang selir, Chen Yuan mengadakan jamuan perpisahan dengan memilih jenis teh terbaik untuk dipersembahkan pada roh raja sebagai penghormatan.

Tak banyak yang tahu kalau teh juga seperti anggur, yang bisa dikenali kualitas dan rasanya melalui aroma. Teh juga menyimpan banyak sejarah. Bukan hanya di dinasti Ming, tapi mungkin saja di keluarga, di kehidupan kita.
Sampai sekarang aku masih suka menikmati secangkir teh sembari sedang ngobrol duduk-duduk santai, menonton TV, atau membaca buku. Dan aku juga ingat dulu di rumah, aku sering memperhatkan ibuku setiap malam, atau sore hari setelah ayah selesai bekerja ia selalu menyeduhkan secangkir teh hangat untuk ayah ditemani sepotong roti atau kue. Keanggunan, kesetiaan, dan perhatian yang terselip di dalam secangkir teh. Dan sore ini aku kembali menyeduh secangkir teh jasmine hangat, mereguknya..disertai iringan musik yang teralun lembut di telinga. Satu gelas teh untuk mencuri sedikit relaksasi, sambil terus berpikir mencari jawab atas tanya. Hmmm entah berapa banyak keputusan penting yang diambil sembari menikmati secangkir teh hangat? Teh bukanlah sekedar minuman biasa, karena ada sebuah cerita yang terkandung di dalamnya.

Diterbitkan di: on Nopember 16, 2008 at 1:43 pm Komentar (48)

Why…

Tak terasa lagi ringannya…

membuat dinding otakku berdenyut kencang.

Bikin pusing, rumit hati, dan pikiran.

Mengapa yang dulu ringan, berubah rentan, mudah pecah?

Mengapa hal “jelas” justru bikin salah tafsir?

Amarahku sungguh telah kalahkan semua sendu mengharu biru.
Tak tersisa, habis sudah…..

Diterbitkan di: on Oktober 30, 2008 at 6:32 pm Komentar (23)